BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Subkelas Magnoliidae
dan subkelas Dilleniidae merupakan dikotiledonae dengan bentuk habitus herba
atau berkayu, daun kebanyakan tunggal dan beberapa saja daunnya yang majemuk ,
bunga polypetal jarang apetal, gynoecium synkarp, kecuali pada ordo Dillenidae
ada beberapa apokarp, ovarium pada umumnya superum kecuali pada Lecythidales
dan beberapa anggota Violales, plasenta beragam ada yang aksilaris, ada yang
basalis, dan ada juga yang parietal.
Subkelas
Magnoliidae memiliki karakteristik yang sangat beragam. Misalnya habitusnya
mulai dari pohon atau tumbuhan berkayu sampai herba. Perhiasan bunga ada yang
berupa perigonium, ada yang bisa dibedakan antara sepal dan petal, ada juga
yang bunganya tereduksi dan tidak memiliki perhiasan bunga. Akan tetapi
subkelas Magnoliidae ini mempunyai beberapa karakteristik yang menunjukkan
keprimitifan yaitu umumnya polanya termasuk uniaperture, gynoeciumnya apocarpus
dan berstamen banyak dalam rangkaian sentripetal.
Subkelas
Magnoliidae terdiri atas 8 ordo dan jumlah anggotanya kurang lebih 12.000
spesies. Kedelapan ordo tersebut adalah Magnoliales, Laurales, Piperales,
Aristolochiales. Illiclales, Nymphales, Ranunculales, dan Papverales. Tidak
semua ordo akan dibahas dalam kegiatan praktikum ini, tetapi hanya 4 ordo yang
sering kita temui sehari-hari dan sebagian mempunyai nilai ekonomis. Ordo yang
akan dibahas adalah Magnoliales yang akan diwakili oleh familia Magnoliaceae
dan Annonaceae, ordo Laurales yang diwakili oleh familia Lauraceae, ordo
Piperales diwakili oleh familia Piperaceae dan ordo Nymphales yang diwakili
oleh Nymphaceae.
Dillenidae
tampak jelas berkembang dari Magnoliidae, tipe karpel yang apokarp pada
Dilleniales merupakan penghubung antara subkelas Magnoliidae dan Dillenidae,
dari subkelas Magnoliidae, merupakan Familia Lilliaceae diduga merupakan
Familia yang paling dekat hubungannya dengan Dillenidae, dalam subkelas
Dillenidae, Familia Theales sentral sebab semua ordo (kecuali Dilleniales)
dalam subkelas Dillenidae berkembang dari Theales.
Subkelas
Dillenidae terdiri atas 13 ordo , 78 Familia , kurang lebih 25.000 species.
Tiga per empat dari sejumlah species tersebut berasal dari 5 ordo, yaitu
Violales, Capparales, Ericales, Theales, dan Malvales, dan ordo-ordo yang lain
antara lain yaitu Dilleniales, Lecythidales, Nepenthales, Salicales, Batales,
Diapensales, Ebenales dan Primunales.
1.2
Rumusan
Masalah
a.
Bagaimana deskripsi dari SubClass Magnoliidae dan Dilleniidae ?
b.
Bagaimana
cirri-ciri umum dari SubClass Magnoliidae
dan Dilleniidae ?
c.
Bagaimana
klasifikasi dari SubClass Magnoliidae
dan Dilleniidae ?
1.3
Tujuan
a.
Untuk mengetahui deskripsi dari SubClass Magnoliidae
dan Dilleniidae.
b.
Untuk mengetahui ciri-ciri umum dari SubClass Magnoliidae
dan Dilleniidae.
c.
Untuk mengetahui klasifikasi umum dari SubClass Magnoliidae
dan Dilleniidae.
1.4 Manfaat
a. Sebagai media pembelajaran.
b. Sebagai sumber informasi.
c. Sebagai salah satu sumber referensi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Deskripsi
SubClass Magnoliidae
Subkelas
Magnoliidae memiliki karakteristik yang sangat beragam. Misalnya habitusnya
mulai dari pohon atau tumbuhan berkayu sampai herba. Perhiasan bunga ada yang
berupa perigonium, ada yang bisa dibedakan antara sepal dan petal, ada juga
yang bunganya tereduksi dan tidak memiliki perhiasan bunga. Akan tetapi
subkelas Magnoliidae ini mempunyai beberapa karakteristik yang menunjukkan
keprimitifan yaitu umumnya polanya termasuk uniaperture, gynoeciumnya apocarpus
dan berstamen banyak dalam rangkaian sentripetal.
Subkelas
Magnoliidae terdiri atas 8 ordo dan jumlah anggotanya kurang lebih 12.000
spesies. Kedelapan ordo tersebut adalah Magnoliales, Laurales, Piperales,
Aristolochiales. Illiclales, Nymphales, Ranunculales, dan Papverales. Tidak
semua ordo akan dibahas dalam kegiatan praktikum ini, tetapi hanya 4 ordo yang
sering kita temui sehari-hari dan sebagian mempunyai nilai ekonomis. Ordo yang
akan dibahas adalah Magnoliales yang akan diwakili oleh familia Magnoliaceae
dan Annonaceae, ordo Laurales yang diwakili oleh familia Lauraceae, ordo
Piperales diwakili oleh familia Piperaceae dan ordo Nymphales yang diwakili
oleh Nymphaceae.
Di antara tumbuhan yang
hidup di bumi ini Magnoliophyta mempunyai jumlah jenis yang terbesar, dari yang
berukuran beberapa milimeter seperti Lemna sampai pohon-pohon yang berukuran
raksasa.
2.2
Ciri-Ciri
Umum Magnoliidae
Ciri Umum yaitu :
a) Tumbuhan
dicotil herba atau berkayu, jaringan parenkim sering mengandung sel-sel yang
menghasilkan minyak atsiri,
b) Bunga
actino/zigomorf, hypogyn, epigyn, perigyn. Perianthium kalau ada berupa perigonium yang terdiri atas
calyx dan corolla,
c) Stamen
pada umumnya banyak,
d) Embryo
kecil atau besar dengan atau tanpa endosperm atau perisperm, dan
e) Sub
class ini terdiri dari 8 ordo, 39 famili dan 12.000 species
2.3 Klasifikasi
SubClass
Magnolidae
2.3.1 Ordo
Magnoliales
a. Familia
Magnoliaceae
Tumbuhan
berkayu, habitusnya pohon dan atau perdu, dengan daun-daun tunggal yang
duduknya tersebar, tanpa atau dengan daun penumpu, kadang-kadang dengan daun
penumpu yang besar, serta pertulangan daun yang menyirip. Bunga banci atau
berkelamin tunggal, aktinomorf, kebanyakan mempunyai hiasan bunga yang jelas
dapat dibedakan antara kelopak dan mahkotanya, tetapi tidak jarang terdapat
daun tenda bunga dalam jumlah besar yang tersusun dalam spiral tanpa perbedaan
yang jelas antara kelopak dan mahkotanya. Benang sari banyak, teratur dalam
spiral pada perpanjangan dasar bunga. Bakal buah juga banyak. Buahnya buah
kendaga, buah kurung, atau buah buni yang terkumpul merupakan buah ganda dengan
tipe plasenta marginalis dan apokarp. Biji dengan banyak endosperm dan lembaga
yang kecil.
Contoh
:


Manglietia
glauca (manglid) Magnolia grandiflora
b. Familia
Annonaceae
Tumbuhan
berkayu, habitusnya pohon atau perdu, dengan daun tunggal yang duduknya
tersebar atau berseling, tanpa daun penumpu. Bunga banci, jarang berkelamin
tunggal, aktinomorf, kaliks dan korola biasanya kelipatan 3, korola dalam 2
lingkaran. Benang sari banyak, bakal buah 1 sampai banyak, bebas satu sama
lain, masing-masing berisi banyak atau bakal biji saja, letaknya pada kampuh
perut atau basal, tiap bakal biji mempunyai 2 integumen. Buah kebanyakan berupa
buah buni, kadang-kadang berupa buah ganda. Biji dengan endosperm berbelah dan
lembaga yang kecil.
Contoh :

A. reticulata (buah nona) Canangium
odoratum (kenanga )
·
squamosa
(srikaya)
·
Annona
muricata
c. Familia
Myristicaceae
Cirri-ciri
yaitu:
1)
Tumbuhan
berkayu, aromatis, pada umumnya tumbuh di daerah tropis
2)
Daun
tunggal tanpa stipula, letaknya tersebar.
3)
Bunga dalam
karangan racemosa, coymbosa,
atau capitulum. Unisexualis
monoecious atau dioecious,
kecil actinomorf. Perianthium uniseriatus,
trimer, berlekatan. Bunga jantan
dengan 2-30 stamen,
monadelphus, anthera extrorsum. \
4)
Bunga
betina dengan 1 ovarium yang superum; carpel 1 membentuk 1 ruang dengan 1 ovulum
anatropus dan placenta
parietalis atau basalis;
integumen 2, tanpa stamenodium.
5)
Buah
bacca atau drupa berdagung, terpecah menjadi 2 bagian. Biji dengan arillus dan
endosperm yang bercelah.
Contoh :

Myristica fragrans (pala)
·
M.
malabarica (pala bombay)
2.3.2 Ordo
Laurales
a. Familia
Lauraceae
Familia Lauraceae
meliputi tumbuh-tumbuhan berkayu, habitus berupa pohon atau perdu yang
aromatik, dengan daun-daun tunggal yang duduknya tersebar, kadang-kadang
berhadapan, tidak mempunyai daun penumpu. Bunga banci atau berkelamin tunggal,
dengan tenda bunga berbilangan 2 sampai 5, tertanam pada tepi sumbu bunga yang
berbentuk mangkuk atau piala tersusun dalam 2 lingkaran. Benang sari tersusun
dalam 3 sampai 4 lingkaran, tiap lingkaran terdiri atas sejumlah benang sari
yang sama dengan jumlah daun-daun tenda bunga dalam lingkarannya, yang pada
lingkaran dalam sering bersifat mandul sebagai staminodium. Kepala sari membuka
dengan katup. Bakal buah menumpang atau terdapat dalam lekukan dasar bunganya,
Buah untuk sebagian terbalut oleh sumbu bangsanya yang membesar, berupa buah
buni atau meyerupai buah batu, sering sebagian tertutup dengan hypanthium yang
mendaging. Biji tanpa endosperm.
Contoh
tumbuhan yang termasuk kedalam familia Lauraceae diantaranya Persea americana
(alpukat), Casytha filiformis (tali putri), dan lain-lain.
![]() |
|||
![]() |
|||
Cassytha
filiformis (tali putri) Litsea
cubeba (lemo)
2.3.3 Ordo
Piperales
a. Familia
Piperaceae



Piper cubeba
Piper nigrum Peperomia caperata

Peperomia clusiifolia Peperomia obtusifolia Piper aduncum
2.3.4 Ordo
Nymphales
a. Familia
Nymphacea
Tumbuhan
air atau hidrofita yang tumbuh di rawa-rawa atau daerah-daerah yang tergenang
air, terapung atau mempunyai akar yang dapat mencapai dasar air. Daun-daun
terapung di air atau tenggelam, tetapi ada pula yang muncul di atas air.
Bertangkai panjang dan biseksual, serta bergetah dan memiliki rhizome. Bunga
terpisah-pisah, aktinomorf dengan tenda bunga berbilangan 3 sampai banyak yang
berfungsi sebagai daun kelopak, atau hanya 6 daun tenda bunga yang tersusun
dalam 2 lingkaran. Benang sari 3 sampai banyak , sebagian besar bersifat steril
dan berubah menjadi bagian-bagian yang menyerupai daun-daun mahkota. Polen
uniaperture. Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, seringkali tersebar
dalam dasar bunganya. Buahnya buah kurung atau menyerupai buah buni. Biji
mempunyai salut biji, kebanyakan dengan endosperm dan perisperm, lembaga lurus.


Nelumbium nelumbo Nymphaea odorata
2.3.5 Ordo Aristolochiales
Tumbuhan
basah atau berkayu,
daun tunggal, tersebar
tanpa stipula atau
berupa tumbuhan parasit. Perianthium
umumnya satu lingkaran
petaloid. Ovarium pda
umumnya inferum, 3-6 ruang dengan placenta axillaris atau berruang 1
dengan placenta parietalis.
a. Familia Aristolochiaceae
Cirri-ciri:
1)
Tumbuhan
basah atau berkayu,
pada umumnya perdu
atau liana, terdapat
pula sel-sel minyak ,
2)
Daun tunggal, tanpa stipula letaknya
tersebar
3)
Bunga
tunggal dalam kelompok,
letak axillaris atau
dalam inf racemosa,
bisexualis actinomorphus atau zigomorphus. Perianthium berupa calyx 3
lobus. Stamen 6-36, lepas atau
membentuk tabung bersatu
dengan stylus. Pistilu
1 ovarium inferum
atau semiinferum, carpellum 4-6
dengan jumlah ruang
sama. Stylus 1
stigma sebanyak carpellum.
4)
Buah capsula, biji dengan embryo kecil
dan endosperm.
Contoh
:

Aristolochia
elegans
Contoh
lain:
·
Asarum european
·
Apama tomentosa
2.4 Deskripsi SubClass Dilleniidae
Berbeda dengan Magnoliidae,
SubClass Dilleniidae mempunyai ginaesium
sinkarpus kecuali pada bangsa dilleniales apokarpus. Stamen masak secara
sentrifugal dengan polen yang binukleat kecuali suku Cruciferae yang
trinukleat. Ovul unitegmik atau bitegmik dengan endosperm yang
“crassinucellate” sampai “ tenuinucellate”. Banyak anggota merupakan tumbuhan
berkayu. Polen yang mewakili anak kelas Dilleniidae ditemukan berupa fosil dari
sekitar 100 juta tahun yang lalu pada awal periode kretaseus bawah.
2.5 Ciri Umum
Adapun cirri-ciri yang paling umum dari SubClass
Dilliniidae yaitu antara lain:
a.
Termasuk
tumbuhan berkayu atau
herbasius, pada umumnya
dikotil dengan dengan memiliki variasi
repelent (zat penolak
serangga). Terkadang
mengandung zat tanin
dan mengandung sedikit alkaloid.
b.
Daun tunggal, jarang yang majemuk. Pada
umumnya tulang daun menjari (palmatus).
c.
Bunga
polypetalous dan sympetalous,
sedikit sekali yang
apetalous. Pada bunga sympetalous, biasanya
jumlah stamen lebih
banyak daripada corollanya.
Bunga hypogynus atau peryginous, jarang epigynous.
d.
Serbuk sari binukleat, jarang yang
trinukleat
e.
Gynocieum syncarpous, jarang apocarpus.
f.
Subclass Dilleniidae terdiri atas 13
ordo, 78 family, dan sekitar 25000 species.
2.6 Klasifikasi SubClass Dilliniidae
2.6.1 Ordo Ericales
a.
Familia Ericaceae
Ciri-ciri umum yaitu:
1)
Tumbuhan berkayu, perdu, atau epiphyt
2)
Daun tunggal, tanpa stipula. Letaknya
berhadapan atau berkarang.
3)
Bunga
tunggal atau dalam
karangan racemosa, actinomorf
atau sedikit zigomorf, bisexualis. Calyx
dan corolla 4-5mer,
sympetalus. Stamen 8
atau 10, atau
4-5, tertanam pada luar discus
yang hipogynus atau epigynus. Pollen dalam tetrade. Ovarium superum atau
inferum, berruang 5,
atau 4-10 dengan
banyak ovulum tiap
ruang dan placenta centralis.
4)
Buah bacca, drupa, atau capsula. Biji
dengan endosperm.

Gaultheria procumbens G. Leucocarpa (gandapura)
Contoh
:
·
Rhododenron jafanicum
·
Vaccinium varingiifolium (cantigi)
·
Zenobia sp.
2.6.2 Ordo Ebenales
a.
Familia Ebenacee
Ciri-ciri
umum yaitu:
1)
Tumbuhan
berkayu berupa pohon
atau perdu. Kayu
dalam berwarna hitam,
merah atau kuning, tidak
bergetah.
2)
Daun tunggal, letak tersebar jarang
berhadapan, tepi rata, tanpa stipula.
3)
Bunga
tunggal, letak axilaris,
pada umumnya unisexual
actinomorf. Calyx 3-7mer, persisten. Corolla
3-7mer, bersatu, hipogynus.
Stamen 1 atau
2 x jumlah
petal, kadang membentuk ikatan,
epipetal atai hipogyni
dalam 1-2 lingkaran, anthera introrsum,
ada stamenodium. Pistilum 1,
ovarium superum dengan
2-16 ruang berisi
1-2 ovulum tiap ruang, stylus 2-8.
4)
Buah bacca dengan endosperm besar dan
keras.

Diospyros virginia
Contoh
:
·
Diospyros
khaki (kesemek)
·
D.
discolor (samolo)
·
D.
ebenum (kayu hitam)
·
D.
utilis (kayu besi).
b.
Familia Sapotaceae
Ciri-ciri
umum yaitu:
1)
Tumbuhan berkayu berupa pohon atau
perdu, bergetah serupa susu pada saluran jaringan cortex, empulur, dan daun.
2)
Daun tunggal, letak tersebar, berseling,
jarang berhadapan, tanpa stipula.
3)
Bunga
kecil berkelompok letak
axilaris, bisexual actinomorf.
Calyx 4-12 lepas
atau bersatu bercangap dalam
2-3 lingkaran. stamen
banyak dalam 2-3
lingkaran masing-masing 4-5,
tapi hanya lingkaran
dalam yang fertil,
letak epipetal, dengan
anthera extrorsum. Pistilum 1, ovarium superum, carpel 4-5 atau 1-14
membentuk 4-5 atau 1-14 ruang, ovulum anatropus dengan 1 integumentum dan
placenta axillaris.
4)
Buah bacca dengan selaput kulit yang
liat dan keras. Biji dengan atau tanpa
endosperm. Testa sangat keras dengan hilus yang besar.

Achras
zapota (sawo) Mimusops elengi (bunga tanjung)
Contoh
lain:
·
Manilkara
kauki (sawo kecik),
·
Palaquium
gutta (gutta percha).
2.6.3 Ordo Violales
a. Familia
Cucurbitaceae
Cirri-ciri
umum yaitu:
1)
Tumbuhan basah atau berkayu yang
memanjat dengan sulur.
2)
Daun
tunggal atau majemuk
dan biasanya tidak
mempunyai stipula karena
berubah menjadi sulur.
3)
Bunga tunggal atau dalam karangan, pada
umumnya unisexualis, actinomorf.
4)
Calyx dan corolla 5, stamen 5 semua
bersatu atau 2-2 berpasangan (2 stamen besar dengan 2 theca dan 1
stamen kecil dengan
1 theca, atau
semua filamen bersatu
pada pangkalnya.
5)
Ovarium inferum dengan 3 carpellum dan 3
ruang, ovulum dengan 2 integumen.
6)
Buah bacca, biji tanpa endosperm.

Cucumis sativus
(mentimun) Luffa
cylindrica (bulustru)
Contoh
lain:
·
Cucumis
melo
(melon)
·
Citrulus
vulgaris (semangka)
·
Cucurbita
moschata (labu merah)
·
Momordica charantia (pare)
·
Sechium edule (labu siam)
·
Luffa acutangula (oyong, lopang)
·
Trichosanthes anguina (pare belut)
b. Familia
Violaceae
Cirri-ciri
umum yaitu:
1)
Tumbuhan herba atau berkayu, kadang
berupa liana
2)
Daun tunggal dengan stipula, letak
tersebar atau dalam rpset
3)
Bunga
tunggal actinomorf atau
zigomorf, bisexualis. Pedunculus
dengan 2 brakteola. Calyx 5
berlepasan atau bersatu
pada pangkalnya, pada
umumnya tidak sama
lebar. Corolla 5, yang
di muka paling
besar dan bertaji
pada pangkalnya. Stamen
5 letak bergantian dengan
petal, conectivum sering
memanjang pada ujungnya.
Ovarium superum dengan 3
carpellum, berruang satu
dengan banyak ovulum
dan placenta parietalis. Stylus
dan stigma 1, ada nectarium.
4)
Buah capsula (loculicidus). Biji
3-banyak dengan endosperm.



Viola
odorata
c. Familia
Flacourtiaceae
Cirri-ciri
umum yaitu:
1)
Habitus herba atau pohon berkayu
2)
Daun tunggal letak tersebar, dengan
stipula kecil atau tidak ada
3)
Bunga tunggal atau dalam karangan, letak
terminalis atau axilaris.
4)
Actinomorf bisexualis atau unisexualis,
mono atau dioecious. Calyx 2-15
berlepasan, corolla 0-10 berlepasan.
5)
Stamen pada umumnya banyak, kadang
berkelompok, letaknya di muka corolla.
6)
Pistilum 1 ovarium superum, carpel 2-10,
ruang 1 dengan banyak ovulum parietalis. Stylus 1-10 atau tidak ada.
7)
Buah bacca atau capsula.


Flacourtia inermis (lobi-lobi) Pagium
edule (picung, kluwek)
d. Turneraceae
Cirri-ciri
umum yaitu:
1)
Tumbuhan basah
2)
Daun tunggal tanpa stipula, letak
tersebar
3)
Bunga tunggal, actinomorf bisexualis.
Calyx, corolla dan stamen masing-masing 5. Pistilum 1, ovarium superum berruang
1 dengan banyak 3-banyak ovulum dan placenta parietalis.
4)
Buah capsula, biji
dengan endosperm dan arillus.

Turnera
subulata (bunga pukul 8) T. ulmifolia
Contoh
lain:
·
T.
diffusa
·
Piriqueta
racemosa
e. Familia
Passifloraceae
Ciri-ciri
umum yaitu:
1)
Tumbuhan basah atau berkayu, sering pula
memanjat dengan sulur pada ketiak daun, batang kadang bersayap.
2)
Daun tunggal, letak tersebar, ada
nectarium.
3)
Bunga tunggal actinomorf bisexualis, dengan
receptaculum yang khas dan sering mempunyai ”penghubung”. Calyx 3-8 berlepasan,
kadang ada epicalyx, corolla 3-8 berlepasan kadang ada corolla tambahan berupa
rambut. Stamen 4-5-8, atau banyak sekali terletak pada andrigynophor. Ovarium
superum, carpellum 3-5 dengan 1 ruang dan banyak ovulum, placenta parietalis.
Stylus dan stigma 1.
4)
Buah bacca atau capsula, biji dengan arillus
![]() |
Passiflora
coccinea P. incarnata
Contoh lain:
·
Passiflora edulis
(siuh)
·
P. ligularis (konyal)
·
P. quadringularis
(markisa)
f.
Familia Caricaceae
Cirri-ciri
umum yaitu:
1)
Habitus pohon,
seringkali bergetah
2)
Daun tunggal
atau majemuk, bentuk tangan letak tersebar tanpa stipula
3)
Bunga
actinomorf, bisexualis atau unisexualis. Calyx
bersatu berlekuk 5, corolla 5 pada bunga membentuk tabung, pada bunga membentuk tabung pendek. Stamen 2 x petal
epipetal, pistilum 1 ovarium superum, carpellum 3-5 berruang 1 dengan banyak
ovulum. Stylus dan stigma 5.
4)
Buah bacca, biji
berarillus dengan endosperm.

Carica papaya
(pepaya)
g.
Familia
Begoniaceae
Cirri-ciri
umum yaiut:
1)
Tumbuhan perdu
atau perdu
2)
Daun tunggal
atau majemuk, umumnya berbentuk tangan dengan stipula, letak tersebar atau
dalam rosete
3)
Bunga dalam
karangan dichasium, actinomorf atau zygomorf, umisexual monoecious. Bunga +
calyx 2 corolla 2-6 dengan stamen 4-banyak, bunga – perianthium 5-6-8. ovarium
inferum, bersayap, berruang 3 atau 2-6 dengan banyak ovulum, integumentum 2.
4)
Buah
bacca atau capsula.

Begonia grandis
Begonia semperflorens B. rex
2.6.4
Ordo Capparales
Umumnya tumbuhan basah dengan daun tunggal yang letaknya tersebar, sebagian besar
tanpa stipula. Bunganya
bisexualis, actinomorf atau
zigomorf. Perianthium 2-4mer,
stamen sebanyak tepal atau
lebih. Pistilum syncarpus
dengan placenta parietalis.
Adanya septum spurium menyebabkan
jumlah ruang menjadi banyak. Buah bacca, capsul, atau drupa.
a.
Familia
Brassicaceae / Cruciferae
Cirri-ciri umum yaitu:
1)
Pada umumnya
berupa tumbuhan basah (herba)
2)
Daun tunggal
atau majemuk tanpa stipula, letak tersebar
3)
Bunga dalam
karangan racemosa, bisexual
actinomorf atau zigomorf.
Calyx 4 dalam
2 lingkaran (2-2), corolla 4 berlepasan. Stamen 6 dalam 2 lingkaran
tetradynamus. Pistilum 1 dengan ovarium superum, berruang 2, setiap ruang
mengandung banyak ovulum yang anatropus ata
capylotropus.
4)
Buah
capsula pecah menjadi 2 katup, tanpa
endosperm.

Brassica oleracea
Nasturtium officinalis
(selada air)
Contoh lain:
·
Brassica chinensis
(petsai)
·
Brassica jumcea
(sawi)
·
Raphanus sativus
(lobak)
b.
Familia
Moringaceae
Cirri-ciri umum
yaitu:
1)
Tumbuhan
berbentuk pohon
2)
Daun bipinnatus
atau tripinnatus, tanpa stipula, letak tersebar
3)
Bunga bisexualis
zigomorf, dalam karangan
panicula. Calyx dan
corolla pentamer. Stamen 10
(5 fertil, 5
steril berupa stamenodium).
Ovarium terletak pada
gynophorum yang pendek, berruang 1 dengan banyak ovulum pada placenta
parietalis.
4)
Buah capsula
terpecah menjadi 3, biji tanpa endosperm

Moringa
oleifera (kelor)
Contoh lain:
·
M. arabica
·
M. pterygosperma
2.6.5
Ordo Theales
a.
Familia Theaceae
Cirri-ciri umum
yaitu:
1)
Tumbuhan berkayu
2)
Daun tunggal
dengan tepi pada umumnya bergerigi, tanpa stipula, letak tersebar
3)
Bunga bisexualis
actinomorf. Calyx 5
(4-7), corolla 5
atau 4-lebih berlepasan,
kadang bersatu pada pangkalnya.
Stamen banyak kadang
berkelompok. Pistilum 1,
ovarium superum, ruang 3-5, stylus 1-2 stigma 2-10.
4)
Buah bacca atau
loculicidus.

Camelia sinensis (teh)
Contoh lain: Schima walichii (puspa)
b.
Familia Clusiaceae
Ciri-ciri umum
yaitu:
1)
Pohon atau perdu
dengan saluran harsa atau getah
2)
Daun tunggal,
pada umumnya tanpa stipula. Letak berhadapan atau dalam lingkaran
3)
Bunga actinomorf
pada umumnya unisexualis
meskipun ada pula
yang bisexual. Calyx dan
corolla 2-7 (2-12)
berlepasan. Stamen banyak
lepas atau berberkas.
4)
Pada bunga + terdapat ovarium
yang rudimenter.
5)
Bunga - mempunyai ovarium
superum berruang 1 atau lebih, dengan 1 – banyak ovulum.
6)
Buah bacca,
capsula atau drupa. Biji dengan endosperm.
![]() |
Callophylum inophyllum Garcinia mangostana Garcinia atroviridis
(nyamplung) (manggis)
2.6.6
Ordo Malvales
Tumbuhan berkayu berupa perdu atau pohon, daun
tunggal dengan stipula letak tersebar. Bunga pada umumnya actinomorf bisexualis
dengan calyx pentamer, corolla pentamer contortus. Stamen banyak monadelphus
atau polyadelphus. Ovarium superum berruang 2-banyak dengan 1 ovulum tiap
ruangnya.
a.
Familia
Sterculiaceae
Cirri-ciri umum
yaitu:
1)
Habitus pohon,
sering dengan rambut bintang atau rambut penutup.
2)
Daun tunggal
atau majemuk palmatus, letak tersebar dengan stipula yang cepat luruh.
3)
Bunga kecil ayau
besar dalam karangan panicula dengan banyak bunga yang unisexualis actinomorf.
4)
Calyx bentuk
cawan, tabung, atau
piala seringkali berwarna,
tadak ada corolla, sering
terdapat androgynofor.
5)
Bunga + di tepi
tabung, bunga –lebih besar dengan ovarium
superum, berruang 3-banyak
dengan 2-banyak ovulum
tiap ruang.
6)
Stylus dan stigma sebanyak rang.
7)
Buah
schizocarpium, biji dengan endosperm.
![]() |
|||
![]() |
Sterculia foetida (kepuh) Theobroma
cacao (kokoa/coklat)
b.
Familia Malvaceae
Cirri-ciri umum
yaitu:
1)
Perdu atau
pohon, dengan rambut bintang
2)
Daun tunggal,
palminervis sering mempunyai
nectarium di bagian
bawah daun, letak tersebar.
3)
Bunga tunggal
axillaris, bisexualis atau
unisexualis actinomorf. Calyx
5 bersatu pada pangkalnya, sering
terdapat epicalyx. Corolla5,
sering bersatu bagian
bawahnya dengan tabung stamen.
Stamen 15-banyak monadelphus dan
membentuk ”staminal column” (merupakan ciri khas famili ini). Ovarium superum
berruang 3-banyak, 1-banyak ovulum tiap ruang. Stylus dan stigma sebanyak
ruang.
4)

Buah
capsula, schizocarpium.


Hibiscus rosa-sinensis
Gossypium hirsutum(kapas)
Contoh lain:
·
H. schizopetalus
(k. lampu)
·
H. archeri (k.
wera)
·
H. similis
(waru)
·
H. tiliaceus
(waru laut)
c.
Familia Elaeocarpaceae
Cirri-ciri umum
yaitu:
1)
Perdu atau pohon
2)
Daun tunggal
dengan stipula, letak tersebar
3)
Bunga actinomorf
bisexualis atau unisexualis.
Ca;yx 4-5 lepas
atau bersatu, corolla
4-5 berlepasan. Stamen 2
x jumlah petal
atau banyak dalam
5-10 berkas. Ovarium
suoerum berruang 2-banyak dengan
1-banyak ovulum setiap
ruang, sering terdapat androgynophor.
4)
Buah capsula
atau bacca, berruang banyak, biji dengan endosperm.

Muntingia calabura (kersen)
d.
Bombacaceae
Cirri-ciri umum
yaitu:
1)
Tumbuhan berupa
pohondiliputi rambut penutup dan rambut bintang.
2)
Daun tunggal
atau majemuk palmatus dengan stipula, letak tersebar.
3)
Bunga pada
umumnya besar, actinomorf
bisexualis. Calyx 4-5
mer bersatu, corolla
5 contortus. tamen sebanyak
petal epipetal atau
banyak sekali. Ovarium
superum atau semiinferum, 2-5
ruang dengan 2-banyak ovulum tiap ruang. stylus dan stigma 1.
4)
Buah capsula,
kadang di bagian dalam terdapat rambut, biji dengan endosperm tipis.

Ceiba
pentandra (kapuk, randu) Durio zibethinus (durian)
2.6.7
Ordo
Salicales
a.
Familia Salicaceae
Cirri-ciri umum
yaitu:
1)
Tumbuhan berkayu
berbentuk perdu atau pohon
2)
Daun tunggal
dengan stipula yang persistent, letak tersebar
3)
Bunga
dalam karangan berbentuk amentum
jantan dan betina. Umumnya dioecus. Perianthium tereduksi, memiliki bractea
yang berambut. Dasar bunga terdapat discus atau kelenjar nectarium, 1 atau 2.
Bunga Г stamen 2-8 atau lebih.
Anthera 2 theca,
terbelah vertikal. Bunga E pistilum 1 ovarium superum carpellum 2-4
ruang 1, dengan 2-4 ovulum (kadang banyak), anatropus dengan placenta
parietalis. Stylus 1 stigma 2-4.
4)
Buah capsula
yang pecah menjadi
2-4 bagian. Biji
kecil, berambut.
5)
Embryo tegak
dan nyaris tidak ada endosperm.

Salix
babylonica Salix alba
Contoh lain:
·
S. tetrasperma
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Subkelas Magnoliidae terdiri atas 8
ordo dan jumlah anggotanya kurang lebih 12.000 spesies. Kedelapan ordo tersebut
adalah Magnoliales, Laurales, Piperales, Aristolochiales. Illiclales,
Nymphales, Ranunculales, dan Papverales. Tidak semua ordo akan dibahas dalam
kegiatan praktikum ini, tetapi hanya 4 ordo yang sering kita temui sehari-hari
dan sebagian mempunyai nilai ekonomis.
Subkelas
Dillenidae terdiri atas 13 ordo , 78 Familia , kurang lebih 25.000 species.
Tiga per empat dari sejumlah species tersebut berasal dari 5 ordo, yaitu
Violales, Capparales, Ericales, Theales, dan Malvales, dan ordo-ordo yang lain
antara lain yaitu Dilleniales, Lecythidales, Nepenthales, Salicales, Batales,
Diapensales, Ebenales dan Primunales.
3.2
Saran
Dalam
pembuatan makalah ini diharapakan agar dapat menjadi sala satu tambahan sumber
referensi dalam sebuah disiplin ilmu terutama pada matakuliah Botani Tumbuhan
Tinggi, dan diasadari pula bahwa penulisan makalah ini masih terdapat
kekurangan oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Cronquist, A.
(1981). An Integrated System of Classification of Flowering Plants.
New York : Columbia University
Press.
Dadi Setia Adi.
(1988). Ordo dan Famili Tumbuhan Jilid I : Dicotyledoneae.
Bandung : Jurusan Pendidikan
Biologi FPMIPA UPI Bandung.
Dasuki, UA.
1991. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Pusat Antar Universitas. Bidang
Ilm Hayati. Institut
Teknologi Bandung.
Hsuan Keng. (1978). Order and Families of
Malayan Seed Plants. Singapore:
Singapore University Press.
Keogh, J.S.
(1995). “ The Impportance of Systematics in Understanding The
Biodiversity Crisis: The
Role of Biological Educators”.In Journal of
Biological Education.29(4).
Pp.293-299.
Rustaman, N.
(1994). Pengembangan Penalaran Melalui Klasifikasi-Kategorisasi-
Seriasi: Sebuah Model
Pengajaran Keanekaragaman Tumbuhan Biji di
LPTK. Makalah
dipresentasikan pada Seminar Sehari Taksonomi dan
Pengajaran Biodiversitas
Tumbuhan diselenggarakan Penggalang Taksonomi
Tumbuhan Indonesia dan Jurusan Biologi Univeritas Indonesia di Depok Vasishta. (1981). Texbooks
for Degree Students : Gymnosperms.
Tim Pembimbing Botani
Phanerogamae. (1999). Petunjuk Praktikum Botani
Phanerogamae. Bandung : Jurusan
Pendidikan Biologi FPMIPA UPI
Wilson, H.D. 2006. Taxonomy
of Flowering Plant- Lecture Notes (download
from Internet)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar